001. Pengertian Dogmatika
001. PENGERTIAN DOGMATIKA
Dogmatika tidak bisa dilepaskan dari dogma, karenanya dalam mengartikannya kita harus lebih dulu memahami apa itu dogma. Menurut Hendrikus Berkhof dalam bukunya “introduction to the study of dogmatics” menguraikan bahwa setiap kata yang diakhiri dengan ics (dogmatics) mengarah kepada penjelasan kata sebelumnya yaitu dogma. Lanjutnya ics menunjuk kepada sebuah kegiatan ilmiah. Karenanya dengan sederhana ia menyimpulkan dogmatika sebagai studi ilmiah tentang dogma.
Dalam kamus Yunani-Belanda sebagaimana yang dikutip Jongeneel, kata dogma berarti pendapat, asaz, keputusan, perintah, atau hukuman. Bahkan kata ini juga dipakai dalam artian sebagai peraturan. Dengan mengacu pada kata dogma yang sering dipakai dalam Perjanjian Baru, dogma mempunyai arti sebagai berikut: ketetapan, perintah dari Kaisar atau raja (Lukas 2:1; Kis.17:7; Ibrani 11:23); perintah hukum, ketentuan hukum, yang berasal dari Musa (Efesus 2:15; Kolose 2:14) dan keputusan Kristen (Kisah 16:4). Menurut Herman Bavinck sebagaimana yang dikutip Yewangoe menguraikan bahwa dogma berasal dari kata Yunani dokein, yang mengacu pada apa yang ditetapkan, yang diputuskan, dan karena itu pasti. Pemakaian istilah dogma mengajarkan kepada kita bahwa terdapat berbagai perintah, keputusan, kebenaran, dalil, aturan kehidupan yang bisa diacu. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Lukas (dalam Kis.16:4) dimana para rasul (Paulus dan Silas) selalu menyampaikan dogma yang berupa keputusan-keputusan yang diambil oleh para Rasul dan para Penatua di Jerusalem dengan pesan supaya jemaat menurutinya. Keputusan itu menyangkut baik “ajaran Kristen” maupun “kehidupan Kristen”
Menurut Yawangoe istilah dogma mengandung empat makna, diantaranya; pertama, secara umum terkandung di dalamnya pengertian bahwa ada sesuatu yang pasti dan yang berada di atas; kedua, dogma mengandung di dalamnya unsur sosial. Dogma berwatak menentukan maka dengan sendirinya ia akan diakui dalam suatu lingkungan tertentu. Pengertian dogma mengasumsikan bahwa kekuasaan (baca: kewibawaan) yang menghasilkan mesti juga mampu untuk mengakui dan mempertahankannya; ketiga, istilah ini mengajarkan kita bahwa senantiasa ada dua unsur yang terkait satu sama lain, yaitu kewibawaan Allah dan pengakuan iman gereja. Olehnya tugas ahli dogmatika adalah menjamin bagaimana kedua unsur ini dikaitkan satu sama lain; dan keempat, dogma juga berarti luas sekali. Ia kadang-kadang mengacu pada seluruh ajaran dan akta agama Kristen, termasuk di dalamnya upacara-upacara dan ritus-ritus. Dogma juga tidak saja mengacu pada ajaran-ajaran tetapi juga pada kebenaran etis.
Bagaimana dengan dogmatika? Dogmatika pada mulanya adalah sebuah ajektif guna melukiskan pengertian utama teologi. Bahkan pernah pula diartikan sebagai ajaran tentang Allah, tetapi segera mendapat banyak kritikan sebab solah-olah Allah bisa saja dijadikan sebagai objek percakapan dan pembahasan. Banyak ahli dogmatika berpendapat, bahwa ketimbang Allah sebagai objek, maka isi kepercayaanlah yang mestinya merupakan titik perhatian kita. R. Soedarmo dalam bukunya “Ikhtisar Dogmatika” mengartikan dogmatika sebagai ilmu teologi yang menyelidiki dan merumuskan hal-hal yang dinyatakan dalam Kitab Suci dan yang mencari kesatuan dari hal-hal tersebut. Bahkan lebih jauh Gerald O’collins mengartikan dogmatika sebagai pengujian dan penampilan secara koheren dan sistematis semua ajaran Kristen yang meliputi Trinitas, Inkarnasi, Penebusan, dosa, anugerah, gereja, sakramen, eskatologis dan seterusnya. Semuanya harus dilakukan dalam terang iman. Olehnya dogmatika harus dikerjakan oleh orang percaya.
Aspek lain yang penting juga adalah dogmatika dilihat sebagai bersifat gerejawi. Hal ini terlihat jelas dalam karya Karl Barth “Kirchliche dogmatik” (dogmatika gerejawi). Dengan demikian dogmatika haruslah merefleksikan iman jemaat. Namun tidak berarti dogmatika menolak upaya-upaya penyelidikan, penelitian, pertanyaan-pertanyaan dan pemikiran kritis, maupun konstruktif. Dogmatika justru mendorong ke arah itu (Bersambung).
[Tounusa].
001. Pengertian Dogmatika
Reviewed by GKi
on
November 24, 2011
Rating: 5
Reviewed by GKi
on
November 24, 2011
Rating: 5

