DOGMATIKA, Fungsi, Metode Dan Perkembangannya

Pengantar
Tulisan ini bukan sekedar pemenuhan penulisan makalah untuk seleksi dosen di Fakultas Teologi, UKIM. Tapi jauh dari pada itu, sebetulnya memperlihatkan keseriusan penulis dalam memahami bidang dogmatika sebagai minat teologi yang harus diberi perhatian khusus. Paling kurang ada dua alasan untuk itu; pertama, acapkali ada pra-anggapan mengenai bidang ini yang cenderung kaku dan tidak boleh di otak-atik lagi sebab sudah pasti dan mutlak (baca: telah menjadi dogma). 

Hal ini mengakibatkan dogmatika seringkali dilihat sebagai bidang teologi yang mandeg dan statis. Padahal jauh dari pada itu, dogmatika adalah bidang teologi yang dinamis tetapi juga kritis dan mengalami berbagai penyesuaian sana sini; kedua, kontekstualisasi yang menjadi paradigma berteologi seakan menjadi imperatif bagi dogmatika untuk melakukan kritik dirinya sembari tetap menjaga aspek kekhasan iman Kristen ditengah-tengah perjumpaan teologi dengan berbagai disiplin ilmu lain sebagai mitra dialog. Sebab memang pertanyaan mendasar adalah bagaimana Firman Tuhan dalam konteks kekinian digumuli? Mampukah dogmatika dibebaskan dari cap Baratnya dan lalu sungguh-sungguh merupakan dogmatika yang kontekstual dimana gereja itu ada dalam menanggapi Firman Allah itu (khususnya di Indonesia bahkan Maluku).

Oleh karena itu, tulisan ini bermaksud memperlihatkan fungsi, metode dan juga perkembangan ilmu dogmatika sebagai bagian dari pergumulan teologi (baca: gereja) yang tetap memperlihatkan aspek ajaran iman sebagai doktrin yang jelas, kritis, dinamis, bahkan pasti untuk menjadi dogma bagi gereja dari masa ke masa. Ada baiknya didahului dengan memahami apa itu dogmatika.
DOGMATIKA, FUNGSI, METODE DAN PERKEMBANGANNYA

[Sumber: Tounusa]

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.